Minggu, 24 Januari 2016
Sabtu, 09 Januari 2016
Proposal Bisnis
Proposal Bisnis Kuliner
PROPOSAL BISNIS
USAHA BURGER NUGET DAN SOSIS
USAHA BURGER NUGET DAN SOSIS
1.1 Latar Belakang
Melihat perkembangan zaman dan lingkungan maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli sesuatu. Salah satu hal dimana orang sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah ketika manusia membeli makanan.
Zaman dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli. Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru kemudian memikirkan harga. Oleh karena itu, burger dan hotdog banyak menjadi pilihan masyarakat untuk dijadikan makanan penunda lapar, dimana dari segi rasa, burger menawarkan rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha jualan burger dan Sosis, dimana dari segi rasa memenuhi rasa enak, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll.
Melihat perkembangan zaman dan lingkungan maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli sesuatu. Salah satu hal dimana orang sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah ketika manusia membeli makanan.
Zaman dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli. Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru kemudian memikirkan harga. Oleh karena itu, burger dan hotdog banyak menjadi pilihan masyarakat untuk dijadikan makanan penunda lapar, dimana dari segi rasa, burger menawarkan rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha jualan burger dan Sosis, dimana dari segi rasa memenuhi rasa enak, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll.
1.2 Tujuan Usaha
Ada beberapa tujuan usaha yang ingin dicapai dalam pembuatan usaha ini antara lain adalah :
1.1 Memnuhi kebutuhan konsumen
2.1 Menjadi salah satu usaha kuliner yang sukses disekitaran kampus Esa Unggul dengan omset yang tinggi.
BAB II
INFORMASI UMUM
Ada beberapa tujuan usaha yang ingin dicapai dalam pembuatan usaha ini antara lain adalah :
1.1 Memnuhi kebutuhan konsumen
2.1 Menjadi salah satu usaha kuliner yang sukses disekitaran kampus Esa Unggul dengan omset yang tinggi.
BAB II
INFORMASI UMUM
2.1 Profil Usaha
Nama Usaha : Café Ceria
JenisUsaha : Kuliner
Produk : Burger Nuget dan Sosis
Nama Usaha : Café Ceria
JenisUsaha : Kuliner
Produk : Burger Nuget dan Sosis
2.2 Strategi Harga
Usaha Burger dan Sosis ini menggunakan strategi harga “Penetration Price” Menetapkan harga Murah dari pasaran untuk meraih mangsa pasar, karana dengan penetaapan harga yang murah dapat menjadi sebuah dayatarik calon pembeli untuk membeli Burger dan sosis kami.
Usaha Burger dan Sosis ini menggunakan strategi harga “Penetration Price” Menetapkan harga Murah dari pasaran untuk meraih mangsa pasar, karana dengan penetaapan harga yang murah dapat menjadi sebuah dayatarik calon pembeli untuk membeli Burger dan sosis kami.
2.3 Strategi Pemasaran
Ada beberapa strategi pemasaran untuk menjalankan usaha ini, antara lain:
a. Promosi dari mulut ke mulut
b. Promosi dengan menggunakan Spanduk
c. Promosi dengan membuat group di BlackBerry Messanger
Ada beberapa strategi pemasaran untuk menjalankan usaha ini, antara lain:
a. Promosi dari mulut ke mulut
b. Promosi dengan menggunakan Spanduk
c. Promosi dengan membuat group di BlackBerry Messanger
BAB III
ASPEK PRODUK
ASPEK PRODUK
3.1 Gambaran Produk
Produk Burger dan Sosis kami berbeda dari Burger dan Sosis yang lainnya. Kami mempunyai ide dan inovasi tersendiri dalam menciptakan menu Burger dan Sosis yaitu Burger Nugget dan Sosis. Kami harap dengan ide dan inovasi kami dalam menjual Burger Nugget dan Sosis, dapat menarik para pembeli sehingga dapat meningkatkan omset penjualan kami.
Produk Burger dan Sosis kami berbeda dari Burger dan Sosis yang lainnya. Kami mempunyai ide dan inovasi tersendiri dalam menciptakan menu Burger dan Sosis yaitu Burger Nugget dan Sosis. Kami harap dengan ide dan inovasi kami dalam menjual Burger Nugget dan Sosis, dapat menarik para pembeli sehingga dapat meningkatkan omset penjualan kami.
3.2 Gambaran Penjualan
Dalam pelaksanaannya nanti, kami akan menjual ditempat yang strategis, yakni di sekitaran belakang kampus Universitas Esa Unggul. Dalam menjual Burger Nugget dan Sosis Pangsit, kami akan terjun langsung dalam melayani para pembeli karena kami tidak ingin menggunakan jasa karyawan pada tahap awal ini. Kami ingin melihat langsung bagaimana respon para pembeli dalam melihat produk kami. Tentu dalam penjualannya nanti, ada strategi-strategi penjualan yang akan kami pakai dalam menarik calon pembeli. Besar harapan kami agar dalam pelaksanaannya nanti penjualan Burger Nugget dan Sosis kami dapat berjalan dengan sukses.
Dalam pelaksanaannya nanti, kami akan menjual ditempat yang strategis, yakni di sekitaran belakang kampus Universitas Esa Unggul. Dalam menjual Burger Nugget dan Sosis Pangsit, kami akan terjun langsung dalam melayani para pembeli karena kami tidak ingin menggunakan jasa karyawan pada tahap awal ini. Kami ingin melihat langsung bagaimana respon para pembeli dalam melihat produk kami. Tentu dalam penjualannya nanti, ada strategi-strategi penjualan yang akan kami pakai dalam menarik calon pembeli. Besar harapan kami agar dalam pelaksanaannya nanti penjualan Burger Nugget dan Sosis kami dapat berjalan dengan sukses.
BAB IV
ANALISIS SWOT
ANALISIS SWOT
1. Strenght (Kekuatan)
a. Mempunyai ciri khas menu yang berbeda dengan usaha Burger dan Sosis yang lainnya yaitu Burger Nugget dan Sosis
b. Tempatnya strategis
c. Rasanya sangat enak.
d. Harganya cukup murah ,terjangkau, pelayanan memuaskan, rapi dan bersih.
2. Weakness (kelemahan)
a. Tidak cocok buat orang yang tidak suka roti,dan Nugget dan Sosis.
b. Belum mempunyai cabang.
3. Opportunity (Peluang)
a. Di gemari sebagian besar Mahasiswa
b. Ciri khas menu menjadikan usaha ini sangat menjanjikan keuntungan yang cukup besar.
4. Threat (ancaman)
a. Banyak saingan diluar sana.
b. Harga bahan baku yang sewaktu-waktu bisa naik dapat menyebabkan kenaikan harga yang mungkin dapat mengurangi pembeli.
c. Bila hujan turun maka orang malas keluar kelas sehingga pembeli tidak begitu banyak (jarang).
a. Mempunyai ciri khas menu yang berbeda dengan usaha Burger dan Sosis yang lainnya yaitu Burger Nugget dan Sosis
b. Tempatnya strategis
c. Rasanya sangat enak.
d. Harganya cukup murah ,terjangkau, pelayanan memuaskan, rapi dan bersih.
2. Weakness (kelemahan)
a. Tidak cocok buat orang yang tidak suka roti,dan Nugget dan Sosis.
b. Belum mempunyai cabang.
3. Opportunity (Peluang)
a. Di gemari sebagian besar Mahasiswa
b. Ciri khas menu menjadikan usaha ini sangat menjanjikan keuntungan yang cukup besar.
4. Threat (ancaman)
a. Banyak saingan diluar sana.
b. Harga bahan baku yang sewaktu-waktu bisa naik dapat menyebabkan kenaikan harga yang mungkin dapat mengurangi pembeli.
c. Bila hujan turun maka orang malas keluar kelas sehingga pembeli tidak begitu banyak (jarang).
BAB V
PERENCANAAN KEUANGAN
5.1 Biaya Tetap
Sewa Tempat Rp. 300.000
Meja dan Etalase Rp. 300.000
Teflon Rp. 50.000
Kompor dan Tabung gas Rp. 250.000
Botol Mayones dan Saos Rp. 20.000
Parutan Keju Rp. 5.000
Spanduk dan Daftar Menu Rp. 25.000
Jepitan Rp. 10.000
JUMLAH Rp. 960.000
PERENCANAAN KEUANGAN
5.1 Biaya Tetap
Sewa Tempat Rp. 300.000
Meja dan Etalase Rp. 300.000
Teflon Rp. 50.000
Kompor dan Tabung gas Rp. 250.000
Botol Mayones dan Saos Rp. 20.000
Parutan Keju Rp. 5.000
Spanduk dan Daftar Menu Rp. 25.000
Jepitan Rp. 10.000
JUMLAH Rp. 960.000
5.2 Biaya Variable per Minggu
Roti Burger Kecil @ 7.000 x 5 pak Rp. 35.000
Roti Burger Besar @ 10.000x 5 pak Rp. 50.000
Mentega Rp. 20.000
Sayur-Sayuran Rp. 30.000
Mayones Rp. 15.000
Saos Belibis Rp. 25.000
Saos Tomat Rp. 10.000
Sosis 2 Pak @ 10.000 Rp. 20.000
Nugget 3 pak @ 11.000 Rp. 33.000
Keju Rp.15.000
Mika Rp. 25.000
Jumlah Rp. 278.000
Total Biaya
Biaya Tetap + Biaya Variable
Rp. 960.000 + Rp. 278.000 = Rp. 1.238.000
Roti Burger Kecil @ 7.000 x 5 pak Rp. 35.000
Roti Burger Besar @ 10.000x 5 pak Rp. 50.000
Mentega Rp. 20.000
Sayur-Sayuran Rp. 30.000
Mayones Rp. 15.000
Saos Belibis Rp. 25.000
Saos Tomat Rp. 10.000
Sosis 2 Pak @ 10.000 Rp. 20.000
Nugget 3 pak @ 11.000 Rp. 33.000
Keju Rp.15.000
Mika Rp. 25.000
Jumlah Rp. 278.000
Total Biaya
Biaya Tetap + Biaya Variable
Rp. 960.000 + Rp. 278.000 = Rp. 1.238.000
5.3 Estimasi Dana
Diperkirakan setiap hari mampu menjual burger sebanyak 20 buah, Sosis 10 buah.
Maka selama 1 Minggu (5 hari senin-Jumat) yang terjual perkirakan :
a. Burger Kecil 10 x 5 = 50
b. Burger Besar 10 x 5 = 50
c. Sosis Pangsit 10 x 5 = 50
Pendapatan kotor selama 1 minggu adalah :
a. Burger Kecil 50 x Rp 3.000 = Rp 150.000
b. Burger Besar 50 x Rp 4.500 = Rp 225.000
c. Sosis 50 x Rp 2.000 = Rp 100.000
Rp 475.000
Pendapatan bersih selama1 minggu : Pendapatan kotor – Pengeluaran Biaya keseluruhan: Rp.475.000 – Rp.278.000
Pendapatan Bersih selama 1 minggu : Rp.197.000
Diperkirakan setiap hari mampu menjual burger sebanyak 20 buah, Sosis 10 buah.
Maka selama 1 Minggu (5 hari senin-Jumat) yang terjual perkirakan :
a. Burger Kecil 10 x 5 = 50
b. Burger Besar 10 x 5 = 50
c. Sosis Pangsit 10 x 5 = 50
Pendapatan kotor selama 1 minggu adalah :
a. Burger Kecil 50 x Rp 3.000 = Rp 150.000
b. Burger Besar 50 x Rp 4.500 = Rp 225.000
c. Sosis 50 x Rp 2.000 = Rp 100.000
Rp 475.000
Pendapatan bersih selama1 minggu : Pendapatan kotor – Pengeluaran Biaya keseluruhan: Rp.475.000 – Rp.278.000
Pendapatan Bersih selama 1 minggu : Rp.197.000
5.4 Analisis Titik Impas
Dalam menghitung analisis titik impas ini kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi awal.
Investasi awal : Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel
: Rp.960.000 + Rp.278.000 = Rp. 1.238.000
Kemudian setelah diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita menentukan pendapatan bersih setiap minggunya yaitu Rp.197.000. Maka titik balik modal kita akan terjadi pada minggu ke 7 jika pendapatan kita per minggu nya adalah Rp.197.000
Dalam menghitung analisis titik impas ini kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi awal.
Investasi awal : Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel
: Rp.960.000 + Rp.278.000 = Rp. 1.238.000
Kemudian setelah diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita menentukan pendapatan bersih setiap minggunya yaitu Rp.197.000. Maka titik balik modal kita akan terjadi pada minggu ke 7 jika pendapatan kita per minggu nya adalah Rp.197.000
5.5 Sumber Dana Investasi
Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana bersama mahasiswa yaitu :
Rp.1.238.000 : 20 Orang = Rp 61.900
Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana bersama mahasiswa yaitu :
Rp.1.238.000 : 20 Orang = Rp 61.900
BAB VI
PENUTUP
Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat bermanfaat bagi orang lain.
Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap awal kami dalam memulai usaha ini.
Dengan selesainya proposal bisnis ini, kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini.
Segala saran dan kritik kami harapkan dari semua pihak karena kami menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga saja dapat menjadi pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
PENUTUP
Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat diterima dan dapat bermanfaat bagi orang lain.
Semoga proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap awal kami dalam memulai usaha ini.
Dengan selesainya proposal bisnis ini, kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami rencanakan ini.
Segala saran dan kritik kami harapkan dari semua pihak karena kami menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik tersebut semoga saja dapat menjadi pelajaran bagi kami semua untuk dapat menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Minggu, 01 November 2015
Konsep Resiko
Konsep resiko
Resiko Dalam Usaha
MENGAMBIL RISIKO DALAM USAHA
A. Pengertian Risiko
Risiko(risk) adalam kemungkinan timbulnya kejadian yang dapat mengakibatkan kerugian. Risiko atau kejadian yang mengakibatkan kerugian, mungkin terjadi atau mungkin juga tidak. Kerugianan yang diderita mungkin saja besar atau kecil. Semua itu tergantung pada kondisi dan kemampuan kita melakukan antisipati untuk menghadapinya. Suatu risiko mungkin dapat dihindarkan, diperkecil atau bahkan dialihkan kepada pihak lain.
B. Unsur – unsur Risiko
Berdasarkan suatu pengertian risiko timbul dari suatu kemungkinan adanya kejadian yang mengakibatkan kerugian, maka dapat kita simpulkan bagwa ada tiga unsur yang dapatc menimbulkan risiko, yaitu :
1. Kejadian (event)
2. Kemungkinan(probability)
3. Akibat(impact)
C. Macam – macam Risiko
Didasarkan atas penyebabnya, risiko dapat dibedakan bmenjadi dua , yaitu risiko keuangan dan risiko operasaional.
1. Risiko Keuangan
Risiko keuangan adalah jenis risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor keuangan.
2. Risiko Operasional
Risiko operasional adalah jenis risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor operasional,seperti faktor manusia, teknologi produksi,sistem operasional dan sebagainya.
D. Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu proses kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengaturan, dan pengendalian risiko sebagai suatu antisipasi yang ditujukan untuk menghindarkan, meninimalkan(memperkecil). Atau memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menerapkan menejemn risiko, diantaranya:
1. Membuat unit manajemen risiko dibawah dewan direksi
2. Membuat unit manajemen risiko ditiap tingkatan manajemen
3. Membuat unit manajemen di setiap bagian (fungsi)
E. Sikap dan Manfaat Risiko
Sikap orang dalam menghadapi risiko dengan sikap yang berbeda – beda. Ada yang berusaha menghindar, ada yang berani menghadapi risiko, sementara yang lainya ada juga bersifat apatis, tidak peduli, atau tidak terpengaruh oleh kemungkinan datang risiko.
Manfaat menangani risiko
Manajemen perusahaan yang mampu menangani risiko dengan baik akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1. Dapat memperlancar fungsi operasional perusahaan
2. Memungkinkan terhindar dari kerugian besar atau kebangkrutan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa luar biasa
3. Dapat memperlancar tujuan perusahaan
F. Pengelolaan Risiko
Ada beberapa strategi yang dapat dijalankan untuk mengelola risiko, yaitu dengan pola pengantisipasian berdasarkan :
1. Strategi menghindar
2. Strategi mengurangi
3. Strategi mengalihkan, dan
4. Strategi mendanai sendiri
A. Pengertian Risiko
Risiko(risk) adalam kemungkinan timbulnya kejadian yang dapat mengakibatkan kerugian. Risiko atau kejadian yang mengakibatkan kerugian, mungkin terjadi atau mungkin juga tidak. Kerugianan yang diderita mungkin saja besar atau kecil. Semua itu tergantung pada kondisi dan kemampuan kita melakukan antisipati untuk menghadapinya. Suatu risiko mungkin dapat dihindarkan, diperkecil atau bahkan dialihkan kepada pihak lain.
B. Unsur – unsur Risiko
Berdasarkan suatu pengertian risiko timbul dari suatu kemungkinan adanya kejadian yang mengakibatkan kerugian, maka dapat kita simpulkan bagwa ada tiga unsur yang dapatc menimbulkan risiko, yaitu :
1. Kejadian (event)
2. Kemungkinan(probability)
3. Akibat(impact)
C. Macam – macam Risiko
Didasarkan atas penyebabnya, risiko dapat dibedakan bmenjadi dua , yaitu risiko keuangan dan risiko operasaional.
1. Risiko Keuangan
Risiko keuangan adalah jenis risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor keuangan.
2. Risiko Operasional
Risiko operasional adalah jenis risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor operasional,seperti faktor manusia, teknologi produksi,sistem operasional dan sebagainya.
D. Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu proses kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengaturan, dan pengendalian risiko sebagai suatu antisipasi yang ditujukan untuk menghindarkan, meninimalkan(memperkecil). Atau memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menerapkan menejemn risiko, diantaranya:
1. Membuat unit manajemen risiko dibawah dewan direksi
2. Membuat unit manajemen risiko ditiap tingkatan manajemen
3. Membuat unit manajemen di setiap bagian (fungsi)
E. Sikap dan Manfaat Risiko
Sikap orang dalam menghadapi risiko dengan sikap yang berbeda – beda. Ada yang berusaha menghindar, ada yang berani menghadapi risiko, sementara yang lainya ada juga bersifat apatis, tidak peduli, atau tidak terpengaruh oleh kemungkinan datang risiko.
Manfaat menangani risiko
Manajemen perusahaan yang mampu menangani risiko dengan baik akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1. Dapat memperlancar fungsi operasional perusahaan
2. Memungkinkan terhindar dari kerugian besar atau kebangkrutan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa luar biasa
3. Dapat memperlancar tujuan perusahaan
F. Pengelolaan Risiko
Ada beberapa strategi yang dapat dijalankan untuk mengelola risiko, yaitu dengan pola pengantisipasian berdasarkan :
1. Strategi menghindar
2. Strategi mengurangi
3. Strategi mengalihkan, dan
4. Strategi mendanai sendiri
Kamis, 15 Oktober 2015
CARA MEMBUAT PETA TIMBUL DARI BUBUR KERTAS
CARA MEMBUAT PETA TIMBUL DARI BUBUR KERTAS
Bahan dan Alat:
1. Kertas bekas ( kertas koran bekas atau kertas sisa kerja kantoran)
2. Tepung tapioka (banyak diwarung biasa buat dibikin lem kanji ato cendol)
3. Lem kayu (lem ini ada juga di toko bangunan merknya fox, gambarnya wajah rubah warna item)
4. Ember
5. Air
6. Alas daratan (bisa kardus, karton, triplek, gabus atau kaca , yang penting kuat nahan landscape modelnya.
| Model Gunung Berapi |
Cara Pembuatan:
1. Potong kertas sisa tadi kecil-kecil ke dalam ember, seperti suwiran daging soto. banyaknya tergantung dari seberapa besar daratan yang akan dibuat
2. Masukan Air kira-kira 2 kali tinggi tumpukan kertas dalam ember.
3. Rendam sampai 1 hari. Tergantung dari kebutuhan kalo perlu cepat rendam sekitar 3 jam, lalu gunakan tangan jadi mesin cuci untuk mengaduk kertas sambil di angkat dan peras, ulangi kegiatan itu sampai kertas hampir hancur. kira-kira 15 menit sudah cukup
4. Kalo sudah merasa cukup lalu saring kertas tadi dan buang airnya. kertasnya jangan dijadikan terlalu kering dan sedikit basah gak apa-apa, asal airnya dah gak ada.
5. Campur kertas tadi dengan tepung tapioka dan lem kayu secukupnya. Aduk merata sampai semua tercampur seperti bubur.
6. Setelah siap, lalu ambil adonan kertas tadi dengan tangan lalu taruh diatas alas yang telah disiapkan. Mulai bentuk daratan sesuai keinginanmu.
7. Keringkan daratan yang sudah jadi di bawah sinar matahari sampai keras. (Jika proses awal melalui penyaringan yang dipercepat tadi, maka akan membuat daratan masih agak basah akan menyebabkan proses pengerasan agak lama dan jadi lebih dari satu hari)
Langganan:
Postingan (Atom)